
| Kategori: | Musik |
| Jenis | Jazz, Blues, Folk |
| Artis: | Van Morrison |
Van Morrison terlihat sedikit introvert, lusuh, dan ringkih, seakan tidak mau di sentuh oleh siapapun ketika datang pertama kali ke studio Century Sound di New York untuk merekam album monumental sepanjang karir bermusiknya, Astral Weeks. Ia masuk ke dalam ruangan kecil di dalam studio, lalu mulai memainkan gitar akustiknya, mencari part guide tracknya; sendiri, hanya ia, gitar ,dan tembok. Van Morrison seorang pria pemalu, pendiam, tertutup, tetapi ia tidak pernah terlihat dan terdengar, sebahagia, dan serapuh penampilannya di Astral Weeks. Ekstase dari album ini seperti cahaya terang di ujung terowongan gelap, anda seperti ingin segera mencapai cahaya tersebut. Astral Weeks berisi lagu-lagu penuh keajaiban, keindahan, kebahagiaan, hingga tiba-tiba anda bisa di buat menangis tidak berdaya, karena album ini terasa sangat misterius, karena anda tidak dapat menentukan kapan anda bisa tertawa dan kapan anda bisa menangis, sehingga sampai detik ini setelah di rilis 42 tahun yang lalu, Astral Weeks sulit di interpretasikan dengan mudah.
Astral Weeks, Beside You, Sweet Thing, Cyprus Avenue, The Way Young Lovers Do, Madame George, Ballerina, Slim Slow Slider, merupakan 8 lagu dalam album Astral Weeks yang keseluruhan liriknya sangat absurd, sulit dimengerti, memiliki ambiguitas, tetapi tidak membosankan untuk selalu mencoba memahaminya, karena Van Morrison seorang puitis yang sangat ekspresionis dan menghibur. Lagu “Madame George” banyak diinterpretasikan banyak orang mengenai banci, tetapi sebenarnya lagu ini adalah imajinasi dari kisah-kisah halusinasi Van Morrison tentang kota kelahirannya Belfast. Ia bagaikan pelukis, dengan suaranya mampu mengubah lirik menjadi sesuatu yang abstrak dan mistis. Repetisi ‘and the love that love…’ di lagu “Madame George” terdengar ajaib, bagaimana bisa ia berpikir untuk memainkan nada seperti itu? “Madame George” penuh kebahagiaan, dibalut dengan struktur lagu pop yang standar tapi rumit jika dimainkan, melodi-melodi Folk Celtic dan R&B Amerika yang teramat cantik, dan cara unik ditampilkan Van Morrison bersama music pengiringnya, ketika lirik terakhir menuju Outro, Van Morrison bersenandung ‘get on the train..’, transfigurasinya terasa seperti ia melambaikan tangan di dalam kereta dan mengucapkan selamat tinggal kepada orang banyak, terdengar ada bunyi kereta yang bergerak di lagu itu, ketika anda terbangun, anda akan sadar itu hanya bunyi ride cymbal drum Connie Kay. “Ballerina” adalah lagu tertua di Astral Weeks, karena diciptakan oleh Van Morrison ketika ia masih menjadi frontman band punk R&B Irlandia, Them. “Ballerina” adalah lagu ketika Van Morrison bertemu dengan calon istrinya pertama kali, terinspirasi saat ia menonton opera balet. Tempo nya sangat konstan, emosi yang selalu di jaga, pengaruh Jazz jelas membalut komposisi lagu ini. Di lagu ini Van Morrison seakan sedang menguji kekuatan fisik vokalnya, ia seperti bermain-main dengan vokalnya.
Secara keseluruhan album ini penuh warna, ada Jazz, Folk, Blues, Rock yang berasimilasi menjadi Astral Weeks, yang terdengar sangat terkonsep. Tetapi album ini sesungguhnya tidak terkonsep. Van Morrison saat awal sesi rekaman hingga akhir tidak memberikan gagasan konsep yang diinginkannya. Richard Davis dan Connie Kay dari Modern Jazz, yang mengiringi Van Morrison mengaku bahwa track dasar album itu diselesaikan dalam satu sesi selama 3 jam, dan Van Morrison tidak menjelaskan apa yang diinginkannya dari para musisi, lalu apa makna dibalik lagu-lagunya. Van Morrison hanya membiarkan mereka berjalan sendiri, karena sesuatu yang dibiarkan mengalir sendiri menghasilkan hal-hal yang murni. Mungkin Van Morrison tidak tahu bagaimana cara mengatakannya, tapi Van Morrison pernah berkata “Mereka adalah musisi jazz dan pendekatan jazz adalah seperti itu. Mereka bisa mengikuti saya. Saya akan mengatakan kepada mereka: cukup ikuti ke mana saya pergi ... mengikuti suara saya, dan ikuti cara terbaik yang mampu anda lakukan, karena sesuatu yang dibiarkan mengalir adalah murni. Astral Weeks adalah murni, tulus, setiap sudut kehidupan ia jelajahi, Van Morrison tidak pernah terbuka dan telanjang seperti ini lagi.
Astral Weeks, Beside You, Sweet Thing, Cyprus Avenue, The Way Young Lovers Do, Madame George, Ballerina, Slim Slow Slider, merupakan 8 lagu dalam album Astral Weeks yang keseluruhan liriknya sangat absurd, sulit dimengerti, memiliki ambiguitas, tetapi tidak membosankan untuk selalu mencoba memahaminya, karena Van Morrison seorang puitis yang sangat ekspresionis dan menghibur. Lagu “Madame George” banyak diinterpretasikan banyak orang mengenai banci, tetapi sebenarnya lagu ini adalah imajinasi dari kisah-kisah halusinasi Van Morrison tentang kota kelahirannya Belfast. Ia bagaikan pelukis, dengan suaranya mampu mengubah lirik menjadi sesuatu yang abstrak dan mistis. Repetisi ‘and the love that love…’ di lagu “Madame George” terdengar ajaib, bagaimana bisa ia berpikir untuk memainkan nada seperti itu? “Madame George” penuh kebahagiaan, dibalut dengan struktur lagu pop yang standar tapi rumit jika dimainkan, melodi-melodi Folk Celtic dan R&B Amerika yang teramat cantik, dan cara unik ditampilkan Van Morrison bersama music pengiringnya, ketika lirik terakhir menuju Outro, Van Morrison bersenandung ‘get on the train..’, transfigurasinya terasa seperti ia melambaikan tangan di dalam kereta dan mengucapkan selamat tinggal kepada orang banyak, terdengar ada bunyi kereta yang bergerak di lagu itu, ketika anda terbangun, anda akan sadar itu hanya bunyi ride cymbal drum Connie Kay. “Ballerina” adalah lagu tertua di Astral Weeks, karena diciptakan oleh Van Morrison ketika ia masih menjadi frontman band punk R&B Irlandia, Them. “Ballerina” adalah lagu ketika Van Morrison bertemu dengan calon istrinya pertama kali, terinspirasi saat ia menonton opera balet. Tempo nya sangat konstan, emosi yang selalu di jaga, pengaruh Jazz jelas membalut komposisi lagu ini. Di lagu ini Van Morrison seakan sedang menguji kekuatan fisik vokalnya, ia seperti bermain-main dengan vokalnya.
Secara keseluruhan album ini penuh warna, ada Jazz, Folk, Blues, Rock yang berasimilasi menjadi Astral Weeks, yang terdengar sangat terkonsep. Tetapi album ini sesungguhnya tidak terkonsep. Van Morrison saat awal sesi rekaman hingga akhir tidak memberikan gagasan konsep yang diinginkannya. Richard Davis dan Connie Kay dari Modern Jazz, yang mengiringi Van Morrison mengaku bahwa track dasar album itu diselesaikan dalam satu sesi selama 3 jam, dan Van Morrison tidak menjelaskan apa yang diinginkannya dari para musisi, lalu apa makna dibalik lagu-lagunya. Van Morrison hanya membiarkan mereka berjalan sendiri, karena sesuatu yang dibiarkan mengalir sendiri menghasilkan hal-hal yang murni. Mungkin Van Morrison tidak tahu bagaimana cara mengatakannya, tapi Van Morrison pernah berkata “Mereka adalah musisi jazz dan pendekatan jazz adalah seperti itu. Mereka bisa mengikuti saya. Saya akan mengatakan kepada mereka: cukup ikuti ke mana saya pergi ... mengikuti suara saya, dan ikuti cara terbaik yang mampu anda lakukan, karena sesuatu yang dibiarkan mengalir adalah murni. Astral Weeks adalah murni, tulus, setiap sudut kehidupan ia jelajahi, Van Morrison tidak pernah terbuka dan telanjang seperti ini lagi.


0 komentar:
Posting Komentar